Bayi Mogok Minum ASI? Yuk Cari Tahu Penyebab dan Solusinya

img
ilustrasi menyusui

KOMPAS.com – Bayi mogok minum Air Susu Ibu (ASI) atau nursing strike biasanya terjadi pada bayi usia 3-9 bulan. Umumnya, ini bersifat sementara, sekitar 2-5 hari.

Meski begitu, ada baiknya kondisi tersebut diatasi secepat mungkin. Sebab, pemberian ASI adalah hal penting dalam proses tumbuh kembang anak.

ASI merupakan sumber utama nutrisi bagi bayi. Di dalamnya terdapat kandungan protein yang membantu mengoptimalkan pertumbuhan sel-sel otak pada masa periode emas si kecil, yakni 1.000 hari pertama kehidupannya.

Tak hanya itu, pemberian ASI menjadi salah satu upaya untuk mencegah stunting, mengingat kandungan ASI yang begitu kaya vitamin dan mineral.

Baca juga: Berbagai Manfaat ASI Ini Bisa Dinikmati oleh Bayi

Sebagai orangtua, genbest (Generasi Bersih dan Sehat) tentu penasaran penyebab bayi mogok menyusu. Nah, berikut ini jawabannya.

  1. Kesulitan menemukan atau mengisap puting susu. Ini biasanya terjadi saat awal-awal kelahiran. Bisa juga disebabkan karena puting susu berbentuk datar.
  2. Ada beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan rasa tidak nyaman hingga memicu bayi mogok menyusu. Misalnya pilek, tumbuh gigi, sariawan, efek setelah vaksin, atau infeksi telinga.
  3. Tak hanya orang dewasa, bayi juga bisa mengalami stres. Biasanya dikarenakan perjalanan jauh, suasana bising atau reaksi berlebihan (menjerit atau marah) ibu saat bayi menggigit puting.
  4. Perubahan aroma tubuh sang ibu karena sabun baru, parfum, lotion, atau deodoran.
  5. Perubahan dalam rasa ASI akibat konsumsi makanan atau obat-obatan tertentu.
  6. Perubahan hormon saat ibu menstruasi atau hamil lagi 
  7. Pasokan susu berkurang. Ini disebabkan karena ibu tidak menyusui langsung si kecil. Lebih sering menggunakan dot.

Setelah Genbest mengetahui penyebab bayi mogok menyusu, sekarang saatnya mencari solusi agar agar bayi mau diberi ASI kembali.

Pompa ASI

Untuk mencegah payudara bengkak dan menjaga suplai ASI GenBest, pompalah ASI sesering bayi menyusu seperti sebelum ia mogok.

Baca juga: Selain Katuk, ASI Booster Alami Ini Juga Bikin Produksi ASI Banyak

GenBest dapat memberi ASI dengan sendok, pipet atau botol. Cara ini juga cukup efektif untuk kasus puting yang datar.

Evaluasi perubahan dalam rutinitas

Pikirkan setiap perubahan dalam rutinitas ibu yang mungkin membuat bayi kesal, lalu mogok menyusu. Mulai dari pola makan hingga penggunakan produk perawatan diri, terutama yang mengandung wewangian. Sesuaikan semuanya dengan selera si kecil.

Ubah posisi

Apabila bayi sedang pilek dan hidungnya dipenuhi cairan (ingus), sebaiknya bersihkan dulu sebelum ia menyusu. Ini akan membantu melegakan napas si kecil.

Selain itu, cobalah berbagai posisi menyusui sehingga bayi merasa nyaman meski ia sedang sakit.

Baca juga: Agar Tak Lekas Basi, Berikut Cara Menyimpan ASI yang Benar

Atasi masalah menggigit

Bayi yang sedang tumbuh gigi punya kebiasaan menggigit puting saat menyusu. Jika Genbest mengalami kondisi ini, hadapilah dengan tenang alias tidak berteriak.

Selipkan jari Genbest ke mulut bayi untuk memberhentikan sebentar isapannya. Baru teruskan lagi.

Pilih tempat yang tenang

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat menyusui adalah kondisi tubuh dan pikiran harus rileks, baik itu ibu maupun bayi.

Maka dari itu, pilihlah tempat yang tenang atau bila perlu setel musik klasik saat Genbest menyusui si kecil.

Jika bayi masih frustrasi ataau menangis saat disusui, hentikan dulu dan coba lagi nanti.

Konsultasikan pada ahli

Apabila mogok menyusu membuat bayi buang air lebih sedikit dari biasanya atau GenBest sudah begitu khawatir akan kondisi ini, segera konsultasikan pada dokter, bidan, atau konselor ASI untuk mendapat solusinya.

Baca juga: IMD dan ASI Eksklusif Bisa Mencegah Stunting

 

Penulis : Tim GenBest.id

ARTIKEL TERKAIT
img

Waspada, Keseringan Pakai Hand Sanitizer Bisa Buat Bakteri dan Virus Kebal

Kompas.com
img

Ibu Cemas ASI Tidak Cukup? Ketahui Jumlah Kebutuhan Bayi Baru Lahir

Kompas.com
Kunjungi Genbest.id untuk membaca artikel-artikel lain seputar tumbuh kembang anak